Tauhid
yang benar akan melahirkan keikhlasan melaksanakan ibadah. Tauhid yang benar
adalah mata air dari lahirnya berbagai
sifat yang terpuji dalam kehidupan. Salah satunya adalah keikhlasan.
Dalam
Al-Qur’an Allah SWT. Menyatakan :
“padahal
mereka disuruh kecuali menyembah Allah dengan menunaikan ketaatan kepada-Nya
dalam ( menjalankan ) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”(Al-Bayyinah: 5 ).
Agama yang lurus adalah agama yang jauh dari kesyirikan dan
kesesatan. Ikhlas adalah memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama
ini, dan membersihkan diri dari terselipnya niat-niat lain yang bersifat
keduniaan. Tujuannya dalam beribadah semata-mata adalah berharap keridhaan dari
Allah SWT.
Ikhlas adalah inti dari segala amal. Ia terkait dengan niat
seseorang dalam melaksanakan perbuatan. Keikhlasan menjadi penentu diterimanya
sebuah amal atau tidak. Semakin ikhlas seseorang melaksanakan amal kebaikan,
maka semakin besar pula kemungkinan amalan tersebut diterima Allah SWT.
Dalam
Bahasa Arab, ikhlas berasal dari kata Khalasha
berarti